BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Makalah ini dibuat agar masyarakat di
Indonesia terutama kaum perempuan sebagai calon ibu umumnya dan kita sebagai
calon Guru/pendidik PAUD khususnya dapat memahami bagaimana cara menyusun menu
makanan yang seimbang dalam hal ini untuk anak usia dini (0-6 tahun) karena kandungan
karbohidrat dalam makanan mempunyai peran yang sangat penting dalam proses
metabolisme yang terjadi di dalam tubuh yang terjadi khususnya pada masa balita
yang tumbuh kembangnya dapat berjalan sangat pesat.
Selain
itu, disini kita sebagai calon guru/pendidik PAUD masih belum memahami secara
keseluruhan mengenai asupan makanan yang baik untuk diberikan kepada anak usia
dini dan yang di dalamnya juga terdapat kandungan karbohidrat yang seimbang,
oleh karena itu pada makalah Kesehatan dan Gizi Anak ini, kami akan menjelaskan
mengenai definisi karbohidrat, manfaat karbohidrat bagi anak usia dini, akibat
kelebihan dan kekurangan karbohidrat bagi anak usia dini serta bahan makanan
yang mengandung karbohidrat yang baik dikonsumsi oleh anak usia dini.
1.2 Rumusan
Masalah
a)
Apakah definisi dan
bagaimana klasifikasi dari karbohidrat?
b)
Apakah manfaat
karbohidrat bagi anak usia dini?
c)
Apakah akibat yang
ditimbulkan apabila anak usia dini kekurangan dan atau kelebihan karbohidrat?
d) Apa
sajakah sumber bahan makanan yang mengandung karbohidrat yang baik dikonsumsi
oleh anak usia dini?
1.3
Tujuan Makalah
1)
Mengetahui definisi dan
klasifikasi dari karbohidrat.
2)
Mengetahui manfaat
karbohidrat bagi anak usia dini.
3)
Mengetahui berbagai
macam akibat yang ditimbulkan apabila anak usia dini kekurangan dan atau
kelebihan karbohidrat.
4)
Mengetahui berbagai
macam sumber bahan makanan yang mengandung karbohidrat yang baik dikonsumsi
oleh anak usia dini.
1.4 Manfaat
Makalah
1)
Dapat mengetahui serta memahami definisi dan klasifikasi dari karbohidrat.
2)
Dapat mengetahui dan
memahami manfaat karbohidrat bagi anak usia dini.
3)
Dapat mengetahui
berbagai macam akibat yang ditimbulkan apabila anak usia dini kekurangan dan atau
kelebihan karbohidrat.
4)
Dapat mengetahui
berbagai macam sumber bahan makanan yang mengandung karbohidrat yang baik
dikonsumsi oleh anak usia dini.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Definisi
dan klasifikasi dari karbohidrat
Karbohidrat adalah komposisi yang terdiri dari elemen karbon (C), hydrogen (H) dan oksigen (O2) yang terdapat dalam tumbuhan seperti beras, jagung, gandum,
umbi-umbian, dan terbentuk melalui proses asimilasi dalam tumbuhan (Pekik,
2007).
Karbohidrat mempunyai nama lain hidrat
arang atau sakarida (yang berasal dari bahasa Yunani “sakcharon” yang berarti gula) adalah segolongan besar senyawa organik yang paling melimpah
di bumi. Bentuk molekul karbohidrat yang paling sederhana terdiri dari satu molekul
gula sederhana yang disebut monosakarida,
misalnya glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Banyak karbohidrat merupakan
sumber polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai
yang panjang serta bercabang-cabang, disebut polisakarida. Selain monosakarida dan polisakarida terdapat juga disakarida (rangkaian dua monosakarida) dan
oligosakarida (rangkaian beberapa
monosakarida).
Klasifikasi karbohidrat berdasarkan susunan kimianya
terbagi menjadi 3 jenis yaitu:
1)
Monosakarida (gula sederhana).
Monosakarida
adalah karbohidrat
yang paling sederhana yang merupakan molekul terkecil dari karbohidrat. Dalam tubuh, monosakarida
langsung diserap oleh dinding-dinding usus halus dan masuk ke dalam peredaran
darah. Monosakarida dikelompokkan menjadi tiga
golongan, yakni:
·
Glukosa yang
disebut juga dekstrosa yang terdapat dalam buah-buahan dan sayur-sayuran. Semua
jenis karbohidrat akhirnya akan diubah menjadi glukosa.
·
Fruktosa yang
disebut juga levulosa, zat ini bersama dengan
glukosa dan terdapat dalam
buah-buahan dan sayuran, terutama dalam madu, yang menyebabkan rasa manis.
·
Glaktosa berasal dari pemecahan disakarida.
2)
Disakarida (gula ganda).
Glisakarida
adalah gabungan
dari dua macam monosakarida. Dalam proses metabolisme, disakarida akan dipecah
menjadi dua molekul monosakarida oleh enzim dalam tubuh. Disakarida
dikelompokkan menjadi tiga golongan,
yakni:
· Sukrosa terdapat
dalam gula tebu, gula aren. Dalam proses pencernaan, sukrosa akan dipecah
menjadi glukosa dan fruktosa.
·
Maltosa adalah hasil
pecahan zat tepung (pati), yang selanjutnya dipecah menjadi dua molekul glukosa.
·
Laktosa (gula susu) yang banyak
terdapat pada susu, dalam tubuh laktosa agak sulit dicerna jika dibanding
dengan sukrosa dan maltosa. Dalam proses pencernaan laktosa akan dipecah
menjadi 1 molekul glukosa dan 1 molekul galaktosa.
3)
Polisakarida (karbohidrat kompleks).
Polisakarida merupakan
gabungan beberapa molekul monosakarida. Disebut oligosakarida jika tersusun
atas 3-6 molekul monosakarida dan disebut polisakarida jika tersusun atas lebih
dari 6 molekul monosakarida (Pekik, 2007). Polisakarida dikelompokkan menjadi tiga golongan, yakni:
·
Pati, merupakan
sumber kalori yang sangat penting karena sebagian besar karbohidrat dalam
makanan terdapat dalam bentuk pati.
·
Glikogen disebut
juga pati binatang, adalah jenis
karbohidrat semacam gula yang disimpan di hati dan otot dalam bentuk cadangan
karbohidrat.
·
Serat
Fungsi Serat :
o
Mencegah kegemukan
Dengan adanya serat, maka penyerapan karbohidrat,
lemak dan protein menjadi berkurang. Serat mampu memberikan perasaan kenyang
dalam waktu yang cukup lama. Obesitas
adalah suatu keadaan yang melebihi dari berat badan relatif seseorang sebagai
akibat penumpukan zat gizi terutama karbohidrat, lemak dan protein atau sering
dikenal kelebihan lemak dalam tubuh.
B.
Manfaat
karbohidrat bagi anak usia dini
Fungsi karbohidrat yang
utama adalah sebagai bahan dasar kalori atau energi bersama lemak dan protein,
1 gram karbohidrat menghasilkan sekitar 4 kkal. Disamping
itu beberapa golongan karbohidrat mengandung serat kasar (dietary fiber) yang
berguna dalam melancarkan sistem pencernaan. Karbohidrat yang dimakan dalam bentuk nasi atau roti ataupun
jenis makanan yang lainnya akan dirubah menjadi gula di dalam tubuh, gula
inilah yang akan menjadi kalori sebagai bahan bakar untuk tubuh agar bisa
menjalankan metabolism. Adapun tiga fungsi
utama dari karbohidrat yakni sebagai
sumber energi, menjaga cadangan energi, serta pembentuk protein dan lemak dalam
tubuh. Sebagai sumber energi, pada setiap 1 gram karbohidrat bisa
menghasilkan 4 kalori.
Karbohidrat banyak
terdapat pada nasi, roti, kentang, gandum, singkong, jagung, madu, ubi jalar.
Manfaat lain dari karbohidrat juga bisa menjadi zat pembangun bersama protein
ketika terjadi kerusakan pada sel. Secara luas karbohidrat juga digunakan untuk
campuran bahan makanan sebagai pengental dan sebagai pemanis.
Sebagian karbohidrat yang masuk dalam
tubuh akan diubah menjadi energi. Sebagian lainnya akan disimpan dalam bentuk
glikogen di hati dan di otot. Beberapa jaringan tubuh ada yang hanya dapat
menggunakan energi yang berasal dari karbohidrat saja, misalnya sistem syaraf
dan eritrosit.
Karbohidrat juga melindungi dan menjadi penghemat protein tubuh, karena
kebutuhan energi merupakan prioritas utama. Jika asupan karbohidrat belum
mencukupi dan begitupun dengan lemak, maka protein lah yang akan menggantikan
fungsi karbohidrat sebagai penghasil energi.
Manfaat karbohidrat lainnya
adalah membantu metabolisme lemak dan protein. Hal tersebut dapat membantu
mencegah terjadinya ketosis atau asidosis yang dapat merugikan tubuh dan
pemecahan protein yang berlebihan.
Beberapa jenis karbohidrat memiliki
fungsi khusus dalam tubuh. Seperti laktosa yang membantu penyerapan kalsium dan
ribosa yang merupakan komponen penting dalam asam nukleat. Ada juga beberapa
golongan karbohidrat yang tidak dapat dicerna, tapi mengandung serat yang
sangat berguna untuk pencernaan dan memperlancar buang air besar.
Selain itu Karbohidrat
mempunyai fungsi dan manfaat yang tidak tergantikan oleh zat makanan lain.
Manfaat Karbohidrat antara lain:
1. Mencegah timbulnya proses ketosis
Karbohidrat berfungsi untuk mencegah timbulnya proses
Ketosis. Ketosis adalah Proses pemecahan protein yang dapat menghasilkan
energi atau kalori. Jika kebutuhan energi tidak tercukupi, maka tubuh akan
bereaksi untuk mensintesa protein demi memenuhi kebutuhan energi tersebut.
Proses ketosis dalam tubuh akan menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh tubuh
yang disebut malnutrisi dimana fungsi
utama protein sebagai zat pembangun dan pengganti / memperbaiki sel-sel tubuh
akan terganggu.
2. Memberikan rasa kenyang
3. Mengatur metabolisme lemak
4. Menguatkan rasa manis pada makanan
5. Pembentuk dan pelindung sel
6. Menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh
7. Membantu proses penyerapan kalsium
8. Sebagai bahan pembentuk senyawa kimia yang lain, misalnya
lemak dan protein.
9. Berperan penting dalam penurunan sifat, misalnya karbohidrat dengan atom C lima buah merupakan komponen asam nukleat (DNA, RNA)
- Sumber energi utama yang diperlukan untuk gerak
- Pembentukan cadangan sumber energi, kelebihan
karbohidrat dalam tubuh akan disimpan dalam bentuk lemak sebagai cadangan
sumber energi yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan
C.
Akibat
kekurangan dan kelebihan karbohidrat bagi anak usia dini
a.
Akibat
Kelebihan Karbohidrat
Karbohidrat berguna sebagai bahan bakar
dan cadangan makanan bagi tubuh. Namun, kelebihan karbohidrat dapat membuat
tubuh justru menjadi tak sehat. Jika tubuh
kelebihan karbohidrat, kelebihan tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak di
bawah kulit maupun protein jika diperlukan. Pada proses metabolisme, terdapat
jalur metabolisme yang memungkinkan karbohidrat diubah menjadi penyusun lemak
atau protein tubuh.
Pada anak terkadang
juga bisa mengalami penyakit diabetes. Penyebab
diabetes pada anak biasanya dipengaruhi oleh gaya hidup, pola makan yang buruk,
adanya riwayat diabetes dari keluarga, obesitas, dan lainnya. Tingginya asupan
gula pada makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak disinyalir menjadi penyebab
signifikan terhadap terjadinya diabetes pada anak. Lembaga kesehatan dunia
(WHO) merekomendasikan agar gula yang diberikan pada anak tidak melebihi 10%
dari total energi yang dikonsumsi.
Menurut
Angka Kecukupan Gizi Indonesia tahun 2004, anak usia 3-5 tahun seharusnya hanya
mengkonsumsi kurang dari 25 gram gula tambahan per harinya atau setara dengan 5
sendok teh. Sedangkan pada usia 4-6 tahun jumlahnya tidak melebihi 38 gram atau
8 sendok teh.
TANDA
DAN GEJALA PENYAKIT DIABETES PADA ANAK
Pada
dasarnya gejala diabetes pada anak sering disebut dengan 3P yaitu polifagi atau banyak makan, polidipsi atau banyak minum, dan juga poliuri atau banyak kencing. Bagi orang tua
yang melihat tanda-tanda tersebut pada anak-anaknya maka jangan dianggap wajar,
namun patut untuk diwaspadai. Berikut tanda-tanda dan gejala anak yang
menderita diabetes.
·
Sering merasa lapar
Keadaan seringnya lapar pada anak disebabkan oleh tidak-adanya jumlah insulin yang cukup sehingga gula yang masuk ke dalam tubuh tidak akan bisa masuk ke dalam sel. Akibatnya, organ akan mengalami kehabisan energi dan memicu rasa lapar yang berlebih.
Keadaan seringnya lapar pada anak disebabkan oleh tidak-adanya jumlah insulin yang cukup sehingga gula yang masuk ke dalam tubuh tidak akan bisa masuk ke dalam sel. Akibatnya, organ akan mengalami kehabisan energi dan memicu rasa lapar yang berlebih.
·
Adanya peningkatan rasa haus dan sering buang air kecil
Kondisi seperti ini terjadi karena kelebihan gula dalam aliran darah anak yang membuat cairan ditarik ke jaringan. Hal tersebut kemungkinan besar akan membuat anak sering merasakan haus. Akibatnya, anak akan banyak minum dan bisa berimplikasi pada intensitas buang air kecil yang lebih sering dari waktu normal.
Kondisi seperti ini terjadi karena kelebihan gula dalam aliran darah anak yang membuat cairan ditarik ke jaringan. Hal tersebut kemungkinan besar akan membuat anak sering merasakan haus. Akibatnya, anak akan banyak minum dan bisa berimplikasi pada intensitas buang air kecil yang lebih sering dari waktu normal.
·
Mudah lelah dan lesu
Hal tersebut terjadi karena sel-sel pada anak sangat minim oleh asupan gula.
Hal tersebut terjadi karena sel-sel pada anak sangat minim oleh asupan gula.
·
Penglihatannya kabur
Kalau gula darah anak terlalu tinggi, maka cairan dapat ditarik dari lensa mata sehingga akan menyebabkan kemampuan anak untuk bisa fokus dalam penglihatannya akibatnya akan menurun drastis.
Kalau gula darah anak terlalu tinggi, maka cairan dapat ditarik dari lensa mata sehingga akan menyebabkan kemampuan anak untuk bisa fokus dalam penglihatannya akibatnya akan menurun drastis.
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN
Pada dasarnya,
ada banyak cara untuk meminimalisir
agar anak-anak tidak sampai tidak terjangkit penyakit diabetes yakni dengan cara sebagai berikut:
·
Berusaha mempertahankan berat badan anak yang
sehat dan dianjurkan untuk tidak terlalu gemuk.
·
Dianjurkan untuk melakukan olahraga secara
teratur atau anak diberikan pengertian untuk aktif secara fisik.
·
Melakukan pemeriksaan kesehatan anak secara
rutin untuk mendiagnosa lebih dini kalau anak mengidap suatu penyakit tertentu atau tidak, termasuk
diabetes.
·
Memberikan makanan yang sehat, rendah lemak, dan
rendah gula.
·
Memberikan konsumsi buah dan sayur yang cukup
karena didalamnya terkandung banyak nutrisi dan antioksidan.
·
Mengurangi makanan yang manis-manis seperti gula
dan permen.
·
Memperbanyak memberikan susu rendah lemak dan
juga makanan yang
berserat.
·
Memonitor tekanan darah dan gula darah pada anak
secara berkala.
b.
Akibat
Kekurangan karbohidrat
Kekurangan
karbohidrat dapat menyebabkan beberapa jenis
penyakit misalnya penyakit marasmus dan penyakit kwashiorkor. Penyakit Marasmus
adalah Penyakit yang diakibatkan kekurangan asupan makanan yang mengandung
karbohidrat (Suriadi, 2001:196). Marasmus merupakan malnutrisi (kekurangan)
berat pada bayi yang sering terjadi di
daerah dengan makanan yang tidak cukup atau higiene kurang dan merupakan salah satu bentuk gizi buruk yang sering ditemui pada balita
yang juga banyak terjadi terutama di Indonesia.
Penyebabnya ada banyak faktor antara lain sebagai berikut:
a)
Masukan makanan yang kurang
Marasmus
terjadi akibat masukan kalori yang sedikit, pemberian makanan yang tidak sesuai
dengan yang dianjurkan akibat dari ketidaktahuan orang tua si anak, misalnya
pemakaian secara luas susu kaleng yang terlalu encer.
b)
Faktor penyakit dan faktor lingkungan
c)
Infeksi
Infeksi yang
berat dan lama dapat menyebabkan penyakit marasmus, terutama infeksi enteral
misalnya infantil gastroenteritis, bronkhopneumonia, pielonephritis dan sifilis
congenital.
d)
Pembawaan sejak lahir atau kelainan
struktur bawaan
Misalnya:
penyakit jantung bawaan, penyakit Hirschprung, deformitas palatum,
palatoschizis, micrognathia, stenosis pilorus, hiatus hernia, hidrosefalus,
cystic fibrosis pancreas.
e)
Prematuritas, penyakit pada masa neonates
Pada
keadaan-keadaan tersebut pemberian ASI kurang akibat reflek mengisap yang
kurang kuat.
f)
Kesehatan lingkungan serta
ketidaktahuan untuk memilih makanan yang bergizi dan keadaan ekonomi yang tidak menguntungkan.
Tanda-tanda bayi yang menderita
penyakit marasmus adalah:
·
Selalu merasa kelaparan
·
Anak sering menangis
·
Tubuh menjadi sangat kurus
·
Kulit menjadi keriput
·
Pernapasan terganggu akibat tekanan
darah dan detak jantung yang tidak stabil
Pencegahan yang dapat dilakukan agar bayi tidak menderita penyakit marasmus
adalah sebagai berikut :
·
Dengan cara pemberian air susu ibu
(ASI) sampai usia 2 tahun yang merupakan sumber energi yang paling baik untuk
bayi dan juga ditambah dengan pemberian makanan tambahan bergizi pada umur 6
tahun ke atas.
·
Dengan pencegahan infeksi penyakit ,
yaitu dengan cara meningkatkan kebersihan lingkungan dan kebersihan perorangan
Pemberian imunisasi.
·
Mengikuti program keluarga berencana
untuk mencegah kehamilan terlalu kerap . Penyuluhan / pendidikan gizi tentang
pemberian makanan yang adekuat merupakan usaha pencegahan jangka panjang .
Pemantauan (surveillance) yang teratur pada anak balita di daerah yang endemis
kurang gizi , dengan cara penimbangan berat badan tiap bulan .
Pengobatan yang dapat dilakukan jika
bayi menderita penyakit marasmus adalah sebagai berikut:
·
Pengobatan Tahap awal yaitu 24-48
jam pertama merupakan masa kritis , yaitu
dengan tindakan menyelamatkan jiwa , antara lain dengan cara mengkoreksi
keadaan dehidrasi atau asidosis dengan pemberian cairan intravena . Cairan yang diberikan ialah larutan Darrow-Glucosa atau Ringer Lactat Dextrose 5%. Cairan ini diberikan sebanyak 200 ml/kg
berat badan perhari . Mula-mula diberikan 60 ml/kg BB pada 4-8 jam pertama .
Kemudian 140 ml sisanya diberikan dalam 16-20 jam berikutnya .
·
Pengobatan Tahap kedua yaitu dengan
penyesuaian . Sebagian besar penderita tidak memerlukan koreksi cairan dan
elektrolit , sehingga dapat langsung dimulai dengan penyesuaian terhadap
pemberian makanan . Pemberian makanan yang baik dapat dilakukan dengan cara
sebagai berikut :
ü
Pemberian makanan pada hari-hari
pertama jumlah kalori yang diberikan sebanyak 30-60 kalori/kg berat badan perhari
atau rata-rata 50 kalori/kg berat badan perhari , dengan protein 1-1,5 g/kg berat
badan perhari . Jumlah ini dinaikkan secara berangsur-angsur tiap 1-2 hari
sehingga mencapai 150-175 kalori/kg berat badan perhari dengan protein 3-5 g/kg
berat badan perhari . Waktu yang diperlukan untuk mencapai diet tinggi kalori
tinggi protein ini lebih kurang 7-10 hari .
·
Antibiotik juga perlu diberikan karena
penderita marasmus sering disertai infeksi . Pilihan obat yang dipakai ialah procain penicillin atau gabungan penicilin dan streptomycin.
Penyakit Kwashiorkor
atau biasa dikenal dengan penyakit “busung
lapar" pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Cecile Williams pada tahun 1933 sewaktu ia berada di Gold
Coast, Afrika. Saat itu, Dr. Cecile Williams banyak menemui anak-anak yang mengalami
gejala busung lapar atau kwashiorkor.
Istilah
kwashiorkor itu sendiri berasal dari bahasa setempat yang berarti “penyakit
anak pertama yang timbul begitu anak kedua muncul". Makna dari kata-kata
itu intinya adalah menggambarkan suatu penyakit yang timbul pada anak pertama
akibat anak tersebut ditelantarkan oleh orangtua akibat adanya adik yang baru
lahir.
Kwashiorkor
adalah salah satu bentuk dari gangguan gizi yang dikenal sebagai Kurang Energi
dan Protein (KEP), dan ada juga yang mendefinisikan bahwa penyakit kwashiorkor
adalah sebagai suatu sindrom yang diakibatkan akibat defisiensi protein yang
berat. Defisiensi ini sangat parah, meskipun konsumsi energi atau kalori tubuh telah
mencukupi kebutuhan. Biasanya, kwashiorkor ini lebih banyak menyerang bayi dan
balita pada usia 6 bulan sampai dengan usia 3 tahun. Usia paling rawan terkena
defisiensi ini adalah 2 tahun. Pada usia itu berlangsung masa peralihan dari
ASI ke pengganti ASI atau makanan sapihan. Pada umumnya, kandungan karbohidrat
makanan tersebut tinggi, tetapi mutu dan kandungan proteinnya sangat rendah.
Dan dapat
dipahami, jika anak-anak yang mengalami kurang energi dan protein itu, akan
mudah terserang infeksi seperti diare, ISPA (infeksi saluran pernapasan atas),
TBC, polio, dan lain-lain. Gejala awal
KEP dimulai dengan anak yang tidak mengalami pertambahan tinggi maupun berat
badan. Bila keadaan lebih lanjut, anak menjadi kurus dan berat badan justru
menurun. Gejala yang ada adalah anak akan lesu, apatis, selalu gelisah, dan
cengeng. Anak juga akan mudah terserang infeksi.
D.
Sumber
bahan makanan yang mengandung karbohidrat yang baik dikonsumsi oleh anak usia
dini
Kandungan karbohidrat yang
terdapat dalam nasi merupakan karbohidrat sederhana yang mudah terurai
menjadi gula dalam
tubuh. Karbohidrat yang lebih baik adalah karbohidrat kompleks yang lebih lama
terurai, sehingga akan membuat kita terasa kenyang lebih lama. Beberapa makanan
yang mengandung karbohidrat antara lain sebagai berikut:
·
Nasi

Dalam
100 gram beras mentah terdapat 80 gram karbohidrat, tetapi setelah dimasak 100
gram nasi putih menjadi 28 gram karbohidrat karena sudah mengandung air.
·
Jagung

Jagung
adalah makanan holtikultura yang hidupnya antara 80-150 hari. Kandungan
karbohidrat pada jagung mencapai 80% dari seluruh jagung biji kering. Selain
sumber karbohidrat jagung memiliki gizi antara lain di ukur per 100 gram bahan
jagung. Jagung merupakan
makanan pokok untuk daerah Madura dan
Nusa Tenggara Timur. Rasanya yang manis membuat banyak orang yang
menyukainya. Jagung memiliki kandungan asam folat dan serat yang baik untuk
tubuh. Pada daerah-daerah tertentu, jagung dibuat menjadi nasi jagung. Dengan cara praktis kita dapat mencoba memakannya
dengan cara direbus atau dibakar.
·
Sagu

Sagu
juga mempunyai kandungan kalori sekitar 357 kalori dan relatif sama dengan
jagung (349 kalori) dan beras (366 kalori). Tanaman sagu dapat menghasilkan
pati sebesar 15-25 t/ha/tahun, jauh lebuh tinggi dibandingkan dengan beras,
jagung dan gandum yang hanya menghasilkan pati berturut-turut sebesar 6 t, 5,5
t, dan 2,5 t/ha. Setiap pohon sagu dapat menghasilkan 200 kg tepung sagu
basah/tahun.
Sagu menjadi makanan pokok bagi
penduduk di daerah Maluku atau Papua. Tanaman sagu biasa tumbuh di
daerah rawa-rawa di daerah Indonesia Timur dan jarang ditemukan di daerah Barat
Indonesia. Bentuknya seperti bubuk yang kemudian akan diolah. Masyarakat
Indonesia Timur ini mengolah sagu menjadi bentuk seperti bubur yang lengket
yang disebut papeda yang biasa
disantap dengan ikan kuah kuning.
·
Singkong

Singkong juga menjadi salah satu
makanan pokok di Indonesia. Akar tanaman ini dapat menjadi makanan yang
mengenyangkan. Biasa disajikan dengan dibuat menjadi tiwul, digoreng atau
direbus. Kandungan gizi singkong per 100 gram meliputi:
a. Kalori : 121 kal
b. Air : 62,50 gram
c. Fosfor : 40,00 gram
d. Karbohidrat : 34,00 gram
e. Kalsium : 33,00 miligram
f. Vitamin
C : 30,00 miligram
g. Protein : 1,20 gram
h. Besi : 0,70 miligram
i.
Lemak
: 0,30 gram
j.
Vitamin B1 : 0,01 miligram
·
Ubi
Ubi mirip dengan
singkong, ubi juga
merupakan akar tanaman yang memiliki kandungan karbohidrat. Jenis ubi yang
biasa ditemukan adalah ubi oranye dan
ubi ungu. Ubi orange mengandung beta karoten yang akan menjadi vitamin A
dan dapat mencegah kanker. Sedangkan
ubi ungu memiliki warna yang cantik yang dapat digunakan sebagai pewarna alami.
Ubi ungu baik untuk mencegah penyumbatan
pembuluh darah dan memiliki kandungan
antioksidan. Ada beberapa cara memasak ubi yaitu dengan cara digoreng,
dikukus, atau dibuat sebagai kue.
·
Kentang

Kentang
mengandung vitamin dan mineral, serta bermacam-macam phytochemical,
seperti karotenoid dan polifenol. Kentang ukuran sedang 150 g (5.3 oz)
kentang dengan kulit memberikan 27 mg vitamin C (45% dari Nilai Harian), 620 mg
potasium (18% ), 0,2 mg vitamin B6 (10% ) dan melacak jumlah thiamin,
riboflavin, folat, niacin, magnesium, fosfor, besi, dan seng. Isi serat kentang
dengan kulit (2 g) adalah setara dengan banyak roti gandum, pasta, dan sereal.
Dalam
hal gizi, kentang terkenal karena kandungan karbohidrat nya (sekitar 26 gram
dalam kentang medium). Bentuk dominan dari karbohidrat ini adalah pati.
Sebagian kecil tapi signifikan pati ini adalah tahan terhadap pencernaan oleh
enzim dalam lambung dan usus kecil, sehingga mencapai usus besar dasarnya utuh.
Kentang mengandung karbohidrat dengan kalori yang lebih
rendah sehingga biasa digunakan untuk
program diet. Kentang goreng biasa disajikan bersama daging steak atau
makanan lainnya. Cara pengolahannya dapat dilakukan dengan dibakar, direbus
kemudian ditumbuk yang biasa dikenal dengan sebutan mossed potatoes.
Kentang mudah dipadu-padankan dengan sayur atau lauk pendamping.
·
Pasta
Spaghetti, fettuccini, fusilli, cocciolini atau macaroni adalah
beberapa bentuk pasta yang biasa kita temui di restoran. Pasta sebenarnya
berasal dari tepung terigu yang diolah dan menghasilkan bentuk kering yang
beraneka ragam. Biasa diolah dengan cara dipanggang, direbus kemudian
ditambahkan saus seperti bolognaise
atau carbonara.
·
Jenis Sereal, Tepung dan Roti, misalnya :
o
Roti tawar
o
Nasi putih
o
Sagu
o
Terigu
o
Kanji
o
Pasta
o
Spageti
o
Beras Merah
·
Jenis Buah-Buahan, misalnya :
o
Aprikot
o
Kurma
o
Blueberry
o
Pisang
o
Anggur
o
Apel
o
Jeruk
o
Pir
o
Nanas
o
Stroberi
o
Semangka
o
Kismis
·
Jenis Kacang-kacangan, misalnya :
o
Kacang Tanah
o
Kacang hijau
o
Kacang merah
o
Lentil
·
Jenis Umbi-Umbian, misalnya :
o
Kentang
o
Ubi Jalar
o
Ketela Pohon
o
Wortel
o
Lobak
·
Jenis Produk Susu, misalnya :
o
Susu rendah lemak
o
Yoghurt rendah lemak
o
Susu coklat
o
Susu skim
·
Jenis Makanan Ringan, misalnya :
o
Cokelat
o
Permen
o
Kue Kering
o
Cake
Tabel
Nilai Karbohidrat (Kh) Berbagai Bahan Makanan (Gram/100 Gram)
|
Bahan
Makanan
|
Nilai
KH
|
Bahan
Makanan
|
Nilai
KH
|
|
Gula
pasir
|
94,0
|
Tempe
|
12,7
|
|
Gula
pati
|
76,0
|
Tahu
|
1,6
|
|
Pati
|
87,6
|
Pisang
ambon
|
25,8
|
|
Bihun
|
82,0
|
Apel
|
14,9
|
|
Makaroni
|
78,7
|
Mangga
harumanis
|
11,9
|
|
Beras
setengah giling
|
78,3
|
Pepaya
|
12,2
|
|
Jagung
kuning
|
73,7
|
Daun
singkong
|
13,0
|
|
Krupuk
udang dengan pati
|
68,2
|
Wortel
|
9,3
|
|
Mie
kering
|
50,0
|
Bayam
|
6,5
|
|
Roti
putih
|
50,0
|
Kangkung
|
5,4
|
|
Ketela
pohon
|
34,7
|
Tomat
masak
|
4,2
|
|
Ubi
jalar merah
|
27,9
|
Hati
sapi
|
6,0
|
|
Kentang
|
19,2
|
Telur
bebek
|
0,8
|
|
Kacang
ijo
|
62,9
|
Telur
ayam
|
0,7
|
|
Kacang
merah
|
59,5
|
Susu
sapi
|
4,3
|
|
Kacang
kedalai
|
34,8
|
|
|
|
Kacang
tanah
|
23,6
|
||
|
Disarikan
dari Linder, Biokimia Nutrisi dan Metabolisme, 1992.
|
|||
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
·
Karbohidrat adalah segolongan besar senyawa organik yang paling melimpah di bumi
yang mengandung komposisi yang terdiri dari elemen karbon (C), hydrogen (H) dan oksigen (O2) yang terdapat dalam tumbuhan seperti beras, jagung, gandum, umbi-umbian.
·
Adapun tiga fungsi
utama dari karbohidrat yakni sebagai
sumber energi, menjaga cadangan energi, serta pembentuk protein dan lemak dalam
tubuh.
·
Akibat
Kelebihan Karbohidrat dapat membuat tubuh anak
justru menjadi tak sehat. Jika tubuh kelebihan
karbohidrat, kelebihan tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak di bawah kulit
maupun protein jika diperlukan. Pada anak usia dini kelebihan karbohidrat juga
dapat memicu terjadinya penyakit diabetes yang juga dapat terjadi pada masa
balita. Dan akibat apabila kekurangan
karbohidrat dapat menyebabkan penyakit marasmus dan penyakit kwashiorkor
yang sering dialami oleh anak-anak jika mereka tidak mendapatkan asupan makanan
yang seimbang dan bergizi terutama di Indonesia .
·
Sumber
bahan makanan yang mengandung karbohidrat antara lain :
1. Nasi
2. Jagung
3. Sagu
4. Singkong
5. Ubi
6. Kentang ; dan
7. Pasta
DAFTAR
PUSTAKA
http://obattradisionalplus.com
http://clupst3r.wordpress.com/2010/03/21/penyakit-marasmus/

