Sabtu, 13 April 2013

KESEHATAN DAN GIZI ANAK (Karbohidrat)


BAB I
PENDAHULUAN
1.1      Latar Belakang
Makalah ini dibuat agar masyarakat di Indonesia terutama kaum perempuan sebagai calon ibu umumnya dan kita sebagai calon Guru/pendidik PAUD khususnya dapat memahami bagaimana cara menyusun menu makanan yang seimbang dalam hal ini untuk anak usia dini (0-6 tahun) karena kandungan karbohidrat dalam makanan mempunyai peran yang sangat penting dalam proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh yang terjadi khususnya pada masa balita yang tumbuh kembangnya dapat berjalan sangat pesat.
Selain itu, disini kita sebagai calon guru/pendidik PAUD masih belum memahami secara keseluruhan mengenai asupan makanan yang baik untuk diberikan kepada anak usia dini dan yang di dalamnya juga terdapat kandungan karbohidrat yang seimbang, oleh karena itu pada makalah Kesehatan dan Gizi Anak ini, kami akan menjelaskan mengenai definisi karbohidrat, manfaat karbohidrat bagi anak usia dini, akibat kelebihan dan kekurangan karbohidrat bagi anak usia dini serta bahan makanan yang mengandung karbohidrat yang baik dikonsumsi oleh anak usia dini.
1.2     Rumusan  Masalah
a)        Apakah definisi dan bagaimana klasifikasi dari karbohidrat?
b)        Apakah manfaat karbohidrat bagi anak usia dini?
c)        Apakah akibat yang ditimbulkan apabila anak usia dini kekurangan dan atau  kelebihan karbohidrat?
d)       Apa sajakah sumber bahan makanan yang mengandung karbohidrat yang baik dikonsumsi oleh anak usia dini?
1.3          Tujuan Makalah
1)         Mengetahui definisi dan klasifikasi dari karbohidrat.
2)         Mengetahui manfaat karbohidrat bagi anak usia dini.
3)         Mengetahui berbagai macam akibat yang ditimbulkan apabila anak usia dini kekurangan dan atau kelebihan karbohidrat.
4)         Mengetahui berbagai macam sumber bahan makanan yang mengandung karbohidrat yang baik dikonsumsi oleh anak usia dini.
1.4     Manfaat Makalah
1)        Dapat mengetahui  serta memahami definisi dan klasifikasi dari  karbohidrat.
2)        Dapat mengetahui dan memahami manfaat karbohidrat bagi anak usia dini.
3)        Dapat mengetahui berbagai macam akibat yang ditimbulkan apabila anak usia dini kekurangan dan atau kelebihan karbohidrat.
4)        Dapat mengetahui berbagai macam sumber bahan makanan yang mengandung karbohidrat yang baik dikonsumsi oleh anak usia dini.


























BAB II
PEMBAHASAN
A.    Definisi dan klasifikasi dari karbohidrat
Karbohidrat adalah komposisi yang terdiri dari elemen karbon (C), hydrogen (H) dan oksigen (O2) yang terdapat dalam tumbuhan seperti beras, jagung, gandum, umbi-umbian, dan terbentuk melalui proses asimilasi dalam tumbuhan (Pekik, 2007).
Karbohidrat mempunyai nama lain hidrat arang atau sakarida (yang berasal dari bahasa Yunani “sakcharon” yang berarti gula) adalah segolongan besar senyawa organik yang paling melimpah di bumi. Bentuk molekul karbohidrat yang  paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana yang disebut monosakarida, misalnya glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Banyak karbohidrat merupakan sumber polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta bercabang-cabang, disebut polisakarida. Selain monosakarida dan polisakarida terdapat juga disakarida (rangkaian dua monosakarida) dan oligosakarida (rangkaian beberapa monosakarida).
Klasifikasi karbohidrat berdasarkan susunan kimianya terbagi menjadi 3 jenis yaitu:
1)      Monosakarida (gula sederhana).
Monosakarida adalah karbohidrat yang paling sederhana yang merupakan molekul terkecil dari  karbohidrat. Dalam tubuh, monosakarida langsung diserap oleh dinding-dinding usus halus dan masuk ke dalam peredaran darah. Monosakarida dikelompokkan menjadi tiga golongan, yakni:
·         Glukosa yang disebut juga dekstrosa yang terdapat dalam buah-buahan dan sayur-sayuran. Semua jenis karbohidrat akhirnya akan diubah menjadi glukosa.
·         Fruktosa yang disebut juga levulosa, zat ini bersama dengan  glukosa dan  terdapat dalam buah-buahan dan sayuran, terutama dalam madu, yang menyebabkan rasa manis.
·         Glaktosa  berasal dari pemecahan disakarida.
2)      Disakarida (gula ganda).
Glisakarida adalah gabungan dari dua macam monosakarida. Dalam proses metabolisme, disakarida akan dipecah menjadi dua molekul monosakarida oleh enzim dalam tubuh. Disakarida dikelompokkan menjadi tiga golongan, yakni:
·    Sukrosa terdapat dalam gula tebu, gula aren. Dalam proses pencernaan, sukrosa akan dipecah menjadi glukosa dan fruktosa.
·         Maltosa adalah hasil pecahan zat tepung (pati), yang selanjutnya dipecah menjadi dua molekul glukosa.
·         Laktosa (gula susu) yang banyak terdapat pada susu, dalam tubuh laktosa agak sulit dicerna jika dibanding dengan sukrosa dan maltosa. Dalam proses pencernaan laktosa akan dipecah menjadi 1 molekul glukosa dan 1 molekul galaktosa.
3)      Polisakarida (karbohidrat kompleks).
Polisakarida merupakan gabungan beberapa molekul monosakarida. Disebut oligosakarida jika tersusun atas 3-6 molekul monosakarida dan disebut polisakarida jika tersusun atas lebih dari 6 molekul monosakarida (Pekik, 2007). Polisakarida dikelompokkan menjadi tiga golongan, yakni:
·         Pati, merupakan sumber kalori yang sangat penting karena sebagian besar karbohidrat dalam makanan terdapat dalam bentuk pati.
·         Glikogen disebut juga pati binatang, adalah jenis karbohidrat semacam gula yang disimpan di hati dan otot dalam bentuk cadangan karbohidrat.
·         Serat
Fungsi Serat :
o   Mencegah kegemukan
Dengan adanya serat, maka penyerapan karbohidrat, lemak dan protein menjadi berkurang. Serat mampu memberikan perasaan kenyang dalam waktu yang cukup lama. Obesitas adalah suatu keadaan yang melebihi dari berat badan relatif seseorang sebagai akibat penumpukan zat gizi terutama karbohidrat, lemak dan protein atau sering dikenal kelebihan lemak dalam tubuh.
B.     Manfaat karbohidrat bagi anak usia dini
Fungsi karbohidrat yang utama adalah sebagai bahan dasar kalori atau energi bersama lemak dan protein, 1 gram karbohidrat menghasilkan sekitar 4 kkal. Disamping itu beberapa golongan karbohidrat mengandung serat kasar (dietary fiber) yang berguna dalam melancarkan sistem pencernaan. Karbohidrat yang dimakan dalam bentuk nasi atau roti ataupun jenis makanan yang lainnya akan dirubah menjadi gula di dalam tubuh, gula inilah yang akan menjadi kalori sebagai bahan bakar untuk tubuh agar bisa menjalankan metabolism. Adapun tiga fungsi utama dari karbohidrat yakni sebagai sumber energi, menjaga cadangan energi, serta pembentuk protein dan lemak dalam tubuh. Sebagai sumber energi, pada setiap 1 gram karbohidrat bisa menghasilkan 4 kalori.

Karbohidrat banyak terdapat pada nasi, roti, kentang, gandum, singkong, jagung, madu, ubi jalar. Manfaat lain dari karbohidrat juga bisa menjadi zat pembangun bersama protein ketika terjadi kerusakan pada sel. Secara luas karbohidrat juga digunakan untuk campuran bahan makanan sebagai pengental dan sebagai pemanis.
Sebagian karbohidrat yang masuk dalam tubuh akan diubah menjadi energi. Sebagian lainnya akan disimpan dalam bentuk glikogen di hati dan di otot. Beberapa jaringan tubuh ada yang hanya dapat menggunakan energi yang berasal dari karbohidrat saja, misalnya sistem syaraf dan eritrosit.
Karbohidrat juga melindungi dan menjadi penghemat protein tubuh, karena kebutuhan energi merupakan prioritas utama. Jika asupan karbohidrat belum mencukupi dan begitupun dengan lemak, maka protein lah yang akan menggantikan fungsi karbohidrat sebagai penghasil energi.
Manfaat karbohidrat lainnya adalah membantu metabolisme lemak dan protein. Hal tersebut dapat membantu mencegah terjadinya ketosis atau asidosis yang dapat merugikan tubuh dan pemecahan protein yang berlebihan.
Beberapa jenis karbohidrat memiliki fungsi khusus dalam tubuh. Seperti laktosa yang membantu penyerapan kalsium dan ribosa yang merupakan komponen penting dalam asam nukleat. Ada juga beberapa golongan karbohidrat yang tidak dapat dicerna, tapi mengandung serat yang sangat berguna untuk pencernaan dan memperlancar buang air besar.
Selain itu Karbohidrat mempunyai fungsi dan manfaat yang tidak tergantikan oleh zat makanan lain. Manfaat Karbohidrat antara lain:
1.      Mencegah timbulnya proses ketosis
Karbohidrat berfungsi untuk mencegah timbulnya proses Ketosis. Ketosis adalah Proses pemecahan protein yang dapat menghasilkan energi atau kalori. Jika kebutuhan energi tidak tercukupi, maka tubuh akan bereaksi untuk mensintesa protein demi memenuhi kebutuhan energi tersebut. Proses ketosis dalam tubuh akan menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh tubuh yang disebut malnutrisi dimana fungsi utama protein sebagai zat pembangun dan pengganti / memperbaiki sel-sel tubuh akan terganggu.
2.      Memberikan rasa kenyang
3.      Mengatur metabolisme lemak
4.      Menguatkan rasa manis pada makanan
5.      Pembentuk dan pelindung sel
6.      Menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh
7.      Membantu proses penyerapan kalsium
8.      Sebagai bahan pembentuk senyawa kimia yang lain, misalnya lemak dan protein.
9.      Berperan penting dalam penurunan sifat, misalnya karbohidrat dengan atom C lima buah merupakan komponen asam nukleat (DNA, RNA)
  1. Sumber energi utama yang diperlukan untuk gerak
  2. Pembentukan cadangan sumber energi, kelebihan karbohidrat dalam tubuh akan disimpan dalam bentuk lemak sebagai cadangan sumber energi yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan
C.    Akibat kekurangan dan kelebihan karbohidrat bagi anak usia dini
a.      Akibat Kelebihan Karbohidrat
Karbohidrat berguna sebagai bahan bakar dan cadangan makanan bagi tubuh. Namun, kelebihan karbohidrat dapat membuat tubuh justru menjadi tak sehat. Jika tubuh kelebihan karbohidrat, kelebihan tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak di bawah kulit maupun protein jika diperlukan. Pada proses metabolisme, terdapat jalur metabolisme yang memungkinkan karbohidrat diubah menjadi penyusun lemak atau protein tubuh.
Pada anak terkadang juga bisa mengalami penyakit diabetes. Penyebab diabetes pada anak biasanya dipengaruhi oleh gaya hidup, pola makan yang buruk, adanya riwayat diabetes dari keluarga, obesitas, dan lainnya. Tingginya asupan gula pada makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak disinyalir menjadi penyebab signifikan terhadap terjadinya diabetes pada anak. Lembaga kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan agar gula yang diberikan pada anak tidak melebihi 10% dari total energi yang dikonsumsi.
Menurut Angka Kecukupan Gizi Indonesia tahun 2004, anak usia 3-5 tahun seharusnya hanya mengkonsumsi kurang dari 25 gram gula tambahan per harinya atau setara dengan 5 sendok teh. Sedangkan pada usia 4-6 tahun jumlahnya tidak melebihi 38 gram atau 8 sendok teh.

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT DIABETES PADA ANAK
Pada dasarnya gejala diabetes pada anak sering disebut dengan 3P yaitu polifagi atau banyak makan, polidipsi atau banyak minum, dan juga poliuri atau banyak kencing. Bagi orang tua yang melihat tanda-tanda tersebut pada anak-anaknya maka jangan dianggap wajar, namun patut untuk diwaspadai. Berikut tanda-tanda dan gejala anak yang menderita diabetes.
·         Sering merasa lapar
Keadaan seringnya lapar pada anak disebabkan oleh tidak-adanya jumlah insulin yang cukup sehingga gula yang masuk ke dalam tubuh tidak akan bisa masuk ke dalam sel. Akibatnya, organ akan mengalami kehabisan energi dan memicu rasa lapar yang berlebih.
·         Adanya peningkatan rasa haus dan sering buang air kecil
Kondisi seperti ini terjadi karena kelebihan gula dalam aliran darah anak yang membuat cairan ditarik ke jaringan. Hal tersebut kemungkinan besar akan membuat anak sering merasakan haus. Akibatnya, anak akan banyak minum dan bisa berimplikasi pada intensitas buang air kecil yang lebih sering dari waktu normal.
·         Mudah lelah dan lesu
Hal tersebut terjadi karena sel-sel pada anak sangat minim oleh asupan gula.
·         Penglihatannya kabur
Kalau gula darah anak terlalu tinggi, maka cairan dapat ditarik dari lensa mata sehingga akan menyebabkan kemampuan anak untuk bisa fokus dalam penglihatannya akibatnya akan menurun drastis.
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN
Pada dasarnya, ada banyak cara untuk meminimalisir agar anak-anak tidak sampai tidak terjangkit penyakit diabetes yakni dengan cara sebagai berikut:
·         Berusaha mempertahankan berat badan anak yang sehat dan dianjurkan untuk tidak terlalu gemuk.
·         Dianjurkan untuk melakukan olahraga secara teratur atau anak diberikan pengertian untuk aktif secara fisik.
·         Melakukan pemeriksaan kesehatan anak secara rutin untuk mendiagnosa lebih dini kalau anak mengidap suatu penyakit tertentu atau tidak, termasuk diabetes.
·         Memberikan makanan yang sehat, rendah lemak, dan rendah gula.
·         Memberikan konsumsi buah dan sayur yang cukup karena didalamnya terkandung banyak nutrisi dan antioksidan.
·         Mengurangi makanan yang manis-manis seperti gula dan permen.
·         Memperbanyak memberikan susu rendah lemak dan juga makanan yang berserat.
·         Memonitor tekanan darah dan gula darah pada anak secara berkala.
b.      Akibat Kekurangan karbohidrat
Kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan beberapa jenis penyakit misalnya penyakit marasmus dan penyakit kwashiorkor. Penyakit Marasmus adalah Penyakit yang diakibatkan kekurangan asupan makanan yang mengandung karbohidrat (Suriadi, 2001:196). Marasmus merupakan malnutrisi (kekurangan) berat pada bayi yang  sering terjadi di daerah dengan makanan yang tidak cukup atau higiene kurang dan merupakan salah satu bentuk gizi buruk yang sering ditemui pada balita yang juga banyak terjadi terutama di Indonesia.
Penyebabnya ada banyak faktor antara lain sebagai berikut:
a)      Masukan makanan yang kurang
Marasmus terjadi akibat masukan kalori yang sedikit, pemberian makanan yang tidak sesuai dengan yang dianjurkan akibat dari ketidaktahuan orang tua si anak, misalnya pemakaian secara luas susu kaleng yang terlalu encer.
b)      Faktor penyakit dan faktor lingkungan
c)      Infeksi
Infeksi yang berat dan lama dapat menyebabkan penyakit marasmus, terutama infeksi enteral misalnya infantil gastroenteritis, bronkhopneumonia, pielonephritis dan sifilis congenital.
d)     Pembawaan sejak lahir atau kelainan struktur bawaan
Misalnya: penyakit jantung bawaan, penyakit Hirschprung, deformitas palatum, palatoschizis, micrognathia, stenosis pilorus, hiatus hernia, hidrosefalus, cystic fibrosis pancreas.
e)      Prematuritas, penyakit pada masa neonates
Pada keadaan-keadaan tersebut pemberian ASI kurang akibat reflek mengisap yang kurang kuat.
f)       Kesehatan lingkungan serta ketidaktahuan untuk memilih makanan yang bergizi dan keadaan ekonomi yang tidak menguntungkan.
Tanda-tanda bayi yang menderita penyakit marasmus adalah:
·         Selalu merasa kelaparan
·         Anak sering menangis
·         Tubuh menjadi sangat kurus
·         Kulit menjadi keriput
·         Pernapasan terganggu akibat tekanan darah dan detak jantung yang tidak stabil
Pencegahan yang dapat dilakukan agar bayi tidak menderita penyakit marasmus adalah sebagai berikut : 
·         Dengan cara pemberian air susu ibu (ASI) sampai usia 2 tahun yang merupakan sumber energi yang paling baik untuk bayi dan juga ditambah dengan pemberian makanan tambahan bergizi pada umur 6 tahun ke atas.
·         Dengan pencegahan infeksi penyakit , yaitu dengan cara meningkatkan kebersihan lingkungan dan kebersihan perorangan Pemberian imunisasi.
·         Mengikuti program keluarga berencana untuk mencegah kehamilan terlalu kerap . Penyuluhan / pendidikan gizi tentang pemberian makanan yang adekuat merupakan usaha pencegahan jangka panjang . Pemantauan (surveillance) yang teratur pada anak balita di daerah yang endemis kurang gizi , dengan cara penimbangan berat badan tiap bulan .
Pengobatan yang dapat dilakukan jika bayi menderita penyakit marasmus adalah sebagai berikut: 
·         Pengobatan Tahap awal yaitu 24-48 jam pertama merupakan masa kritis , yaitu dengan tindakan menyelamatkan jiwa , antara lain dengan cara mengkoreksi keadaan dehidrasi atau asidosis dengan pemberian cairan intravena . Cairan yang diberikan ialah larutan Darrow-Glucosa atau Ringer Lactat Dextrose 5%. Cairan ini diberikan sebanyak 200 ml/kg berat badan perhari . Mula-mula diberikan 60 ml/kg BB pada 4-8 jam pertama . Kemudian 140 ml sisanya diberikan dalam 16-20 jam berikutnya .
·         Pengobatan Tahap kedua yaitu dengan penyesuaian . Sebagian besar penderita tidak memerlukan koreksi cairan dan elektrolit , sehingga dapat langsung dimulai dengan penyesuaian terhadap pemberian makanan . Pemberian makanan yang baik dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 
ü  Pemberian makanan pada hari-hari pertama jumlah kalori yang diberikan sebanyak 30-60 kalori/kg berat badan perhari atau rata-rata 50 kalori/kg berat badan perhari , dengan protein 1-1,5 g/kg berat badan perhari . Jumlah ini dinaikkan secara berangsur-angsur tiap 1-2 hari sehingga mencapai 150-175 kalori/kg berat badan perhari dengan protein 3-5 g/kg berat badan perhari . Waktu yang diperlukan untuk mencapai diet tinggi kalori tinggi protein ini lebih kurang 7-10 hari .
·         Antibiotik juga perlu diberikan karena penderita marasmus sering disertai infeksi . Pilihan obat yang dipakai ialah procain penicillin atau gabungan penicilin dan streptomycin.

Penyakit Kwashiorkor atau biasa dikenal dengan penyakit “busung lapar" pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Cecile Williams pada tahun 1933 sewaktu ia berada di Gold Coast, Afrika. Saat itu, Dr. Cecile Williams banyak menemui anak-anak yang mengalami gejala busung lapar atau kwashiorkor. 
Istilah kwashiorkor itu sendiri berasal dari bahasa setempat yang berarti “penyakit anak pertama yang timbul begitu anak kedua muncul". Makna dari kata-kata itu intinya adalah menggambarkan suatu penyakit yang timbul pada anak pertama akibat anak tersebut ditelantarkan oleh orangtua akibat adanya adik yang baru lahir.
Kwashiorkor adalah salah satu bentuk dari gangguan gizi yang dikenal sebagai Kurang Energi dan Protein (KEP), dan ada juga yang mendefinisikan bahwa penyakit kwashiorkor adalah sebagai suatu sindrom yang diakibatkan akibat defisiensi protein yang berat. Defisiensi ini sangat parah, meskipun konsumsi energi atau kalori tubuh telah mencukupi kebutuhan. Biasanya, kwashiorkor ini lebih banyak menyerang bayi dan balita pada usia 6 bulan sampai dengan usia 3 tahun. Usia paling rawan terkena defisiensi ini adalah 2 tahun. Pada usia itu berlangsung masa peralihan dari ASI ke pengganti ASI atau makanan sapihan. Pada umumnya, kandungan karbohidrat makanan tersebut tinggi, tetapi mutu dan kandungan proteinnya sangat rendah.
Dan dapat dipahami, jika anak-anak yang mengalami kurang energi dan protein itu, akan mudah terserang infeksi seperti diare, ISPA (infeksi saluran pernapasan atas), TBC, polio, dan lain-lain. Gejala awal KEP dimulai dengan anak yang tidak mengalami pertambahan tinggi maupun berat badan. Bila keadaan lebih lanjut, anak menjadi kurus dan berat badan justru menurun. Gejala yang ada adalah anak akan lesu, apatis, selalu gelisah, dan cengeng. Anak juga akan mudah terserang infeksi.
D.    Sumber bahan makanan yang mengandung karbohidrat yang baik dikonsumsi oleh anak usia dini
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiq70D8M3jbGkrUAGa0s5qO37cTTexRm7m3Rkk8ZRclHIeNmKN7ZzQrMLBGHTdsWzgzB1qO4W76prYt-92B9v35AUTU6vBcsI7AH-Ps0kJKLBaM_Y0KAiXg_k_4JUlqc4_BZp1OBW63VhY/s640/gambar+6.12.jpg
 










Kandungan karbohidrat yang terdapat dalam nasi merupakan karbohidrat sederhana yang mudah terurai menjadi gula dalam tubuh. Karbohidrat yang lebih baik adalah karbohidrat kompleks yang lebih lama terurai, sehingga akan membuat kita terasa kenyang lebih lama. Beberapa makanan yang mengandung karbohidrat antara lain sebagai berikut:
·         Nasi
nasi 150x150 Makanan Yang Mengandung Karbohidrat
Dalam 100 gram beras mentah terdapat 80 gram karbohidrat, tetapi setelah dimasak 100 gram nasi putih menjadi 28 gram karbohidrat karena sudah mengandung air.


·         Jagung
jagung 150x150 Makanan Yang Mengandung Karbohidrat
Jagung adalah makanan holtikultura yang hidupnya antara 80-150 hari. Kandungan karbohidrat pada jagung mencapai 80% dari seluruh jagung biji kering. Selain sumber karbohidrat jagung memiliki gizi antara lain di ukur per 100 gram bahan jagung. Jagung  merupakan makanan pokok untuk daerah Madura dan Nusa Tenggara Timur. Rasanya yang manis membuat banyak orang yang menyukainya. Jagung memiliki kandungan asam folat dan serat yang baik untuk tubuh. Pada daerah-daerah tertentu, jagung dibuat menjadi nasi jagung. Dengan cara praktis kita dapat mencoba memakannya dengan cara direbus atau dibakar.
·         Sagu
sagu 150x150 Makanan Yang Mengandung Karbohidrat
Sagu juga mempunyai kandungan kalori sekitar 357 kalori dan relatif sama dengan jagung (349 kalori) dan beras (366 kalori). Tanaman sagu dapat menghasilkan pati sebesar 15-25 t/ha/tahun, jauh lebuh tinggi dibandingkan dengan beras, jagung dan gandum yang hanya menghasilkan pati berturut-turut sebesar 6 t, 5,5 t, dan 2,5 t/ha. Setiap pohon sagu dapat menghasilkan 200 kg tepung sagu basah/tahun.
Sagu menjadi makanan pokok bagi penduduk di daerah Maluku atau Papua. Tanaman sagu biasa tumbuh di daerah rawa-rawa di daerah Indonesia Timur dan jarang ditemukan di daerah Barat Indonesia. Bentuknya seperti bubuk yang kemudian akan diolah. Masyarakat Indonesia Timur ini mengolah sagu menjadi bentuk seperti bubur yang lengket yang disebut papeda yang biasa disantap dengan ikan kuah kuning.
·         Singkong
ubi 150x150 Makanan Yang Mengandung Karbohidrat
Singkong juga menjadi salah satu makanan pokok di Indonesia. Akar tanaman ini dapat menjadi makanan yang mengenyangkan. Biasa disajikan dengan dibuat menjadi tiwul, digoreng atau direbus. Kandungan gizi singkong per 100 gram meliputi:
a.       Kalori : 121 kal
b.      Air : 62,50 gram
c.       Fosfor : 40,00 gram
d.      Karbohidrat : 34,00 gram
e.       Kalsium : 33,00 miligram
f.       Vitamin C : 30,00 miligram
g.      Protein : 1,20 gram
h.      Besi : 0,70 miligram
i.        Lemak : 0,30 gram
j.        Vitamin B1 : 0,01 miligram
·         Ubi
Ubi mirip dengan singkong, ubi juga merupakan akar tanaman yang memiliki kandungan karbohidrat. Jenis ubi yang biasa ditemukan adalah ubi oranye dan ubi ungu. Ubi orange mengandung beta karoten yang akan menjadi vitamin A dan dapat mencegah kanker. Sedangkan ubi ungu memiliki warna yang cantik yang dapat digunakan sebagai pewarna alami. Ubi ungu baik untuk mencegah penyumbatan pembuluh darah dan memiliki kandungan antioksidan. Ada beberapa cara memasak ubi yaitu dengan cara digoreng, dikukus, atau dibuat sebagai kue.
·         Kentang
kentang1 150x150 Makanan Yang Mengandung Karbohidrat
Kentang  mengandung vitamin dan mineral, serta bermacam-macam phytochemical, seperti karotenoid dan polifenol. Kentang  ukuran sedang 150 g (5.3 oz) kentang dengan kulit memberikan 27 mg vitamin C (45% dari Nilai Harian), 620 mg potasium (18% ), 0,2 mg vitamin B6 (10% ) dan melacak jumlah thiamin, riboflavin, folat, niacin, magnesium, fosfor, besi, dan seng. Isi serat kentang dengan kulit (2 g) adalah setara dengan banyak roti gandum, pasta, dan sereal.
Dalam hal gizi, kentang terkenal karena kandungan karbohidrat nya (sekitar 26 gram dalam kentang medium). Bentuk dominan dari karbohidrat ini adalah pati. Sebagian kecil tapi signifikan pati ini adalah tahan terhadap pencernaan oleh enzim dalam lambung dan usus kecil, sehingga mencapai usus besar dasarnya utuh.
Kentang mengandung karbohidrat dengan kalori yang lebih rendah sehingga biasa digunakan untuk program diet. Kentang goreng biasa disajikan bersama daging steak atau makanan lainnya. Cara pengolahannya dapat dilakukan dengan dibakar, direbus kemudian ditumbuk yang biasa dikenal dengan sebutan mossed potatoes. Kentang mudah dipadu-padankan dengan sayur atau lauk pendamping.
·         Pasta
pasta 150x150 Makanan Yang Mengandung Karbohidrat
Spaghetti, fettuccini, fusilli, cocciolini atau macaroni adalah beberapa bentuk pasta yang biasa kita temui di restoran. Pasta sebenarnya berasal dari tepung terigu yang diolah dan menghasilkan bentuk kering yang beraneka ragam. Biasa diolah dengan cara dipanggang, direbus kemudian ditambahkan saus seperti bolognaise atau carbonara.
Berikut ini terdapat daftar makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi. Di antaranya adalah :
·         Jenis Sereal, Tepung dan Roti, misalnya :
o   Roti tawar
o   Nasi putih
o   Tepung gandum
o   Jagung
o   Sagu
o   Terigu
o   Kanji
o   Pasta
o   Spageti
o   Beras Merah
·         Jenis Buah-Buahan, misalnya :
o   Aprikot
o   Kurma
o   Blueberry
o   Pisang
o   Anggur
o   Apel
o   Jeruk
o   Pir
o   Nanas
o   Stroberi
o   Semangka
o   Kismis
·         Jenis Kacang-kacangan, misalnya :
o   Kacang Tanah
o   Kacang hijau
o   Kacang merah
o   Lentil
·         Jenis Umbi-Umbian, misalnya :
o   Kentang
o   Ubi Jalar
o   Ketela Pohon
o   Wortel
o   Lobak
·         Jenis Produk Susu, misalnya :
o   Susu rendah lemak
o   Yoghurt rendah lemak
o   Susu coklat
o   Susu skim
·         Jenis Makanan Ringan, misalnya :
o   Cokelat
o   Permen
o   Kue Kering
o   Cake
Tabel Nilai Karbohidrat (Kh) Berbagai Bahan Makanan (Gram/100 Gram)
Bahan Makanan
Nilai KH
Bahan Makanan
Nilai KH
Gula pasir
94,0
Tempe
12,7
Gula pati
76,0
Tahu
1,6
Pati
87,6
Pisang ambon
25,8
Bihun
82,0
Apel
14,9
Makaroni
78,7
Mangga harumanis
11,9
Beras setengah giling
78,3
Pepaya
12,2
Jagung kuning
73,7
Daun singkong
13,0
Krupuk udang dengan pati
68,2
Wortel
9,3
Mie kering
50,0
Bayam
6,5
Roti putih
50,0
Kangkung
5,4
Ketela pohon
34,7
Tomat masak
4,2
Ubi jalar merah
27,9
Hati sapi
6,0
Kentang
19,2
Telur bebek
0,8
Kacang ijo
62,9
Telur ayam
0,7
Kacang merah
59,5
Susu sapi
4,3
Kacang kedalai
34,8


Kacang tanah
23,6
Disarikan dari Linder, Biokimia Nutrisi dan Metabolisme, 1992.























 BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
·         Karbohidrat adalah segolongan besar senyawa organik yang paling melimpah di bumi yang mengandung komposisi yang terdiri dari elemen karbon (C), hydrogen (H) dan oksigen (O2) yang terdapat dalam tumbuhan seperti beras, jagung, gandum, umbi-umbian.
·         Adapun tiga fungsi utama dari karbohidrat yakni sebagai sumber energi, menjaga cadangan energi, serta pembentuk protein dan lemak dalam tubuh.
·         Akibat Kelebihan Karbohidrat dapat membuat tubuh anak justru menjadi tak sehat. Jika tubuh kelebihan karbohidrat, kelebihan tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak di bawah kulit maupun protein jika diperlukan. Pada anak usia dini kelebihan karbohidrat juga dapat memicu terjadinya penyakit diabetes yang juga dapat terjadi pada masa balita. Dan akibat apabila kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit marasmus dan penyakit kwashiorkor yang sering dialami oleh anak-anak jika mereka tidak mendapatkan asupan makanan yang seimbang dan bergizi terutama di Indonesia .
·         Sumber bahan makanan yang mengandung karbohidrat antara lain :
1.      Nasi
2.      Jagung
3.      Sagu
4.      Singkong
5.      Ubi
6.      Kentang ; dan
7.      Pasta






DAFTAR PUSTAKA
http://obattradisionalplus.com
http://clupst3r.wordpress.com/2010/03/21/penyakit-marasmus/